Postingan

Kolaborasi

Menjadi jembatan tidaklah mudah, di cibir sebelah di curigai seberang. Menjadi jembatan tidaklah mudah, terus mengokohkan diri meski menghadapi arus yang deras di bawah lalu menguatkan diri menanggung beban yang menginjak-injak. Menjadi jembatan tidaklah mudah, mungkin suatu saat kau akan dirobohkan meski mereka membutuhkan. Maka kuatlah untuk tegak berdiri demi semua. Menjadi jembatan tidaklah mudah, namun dapat menyatukan, memperkuat kebersamaan, menambah jalinan ikatan dengan banyak pihak, menjadi pemersatu semua pihak. Mari menjadi jembatan, mari bersatu. Dibuat dalam rangka kemerdekan Agustus 2021.

Merdeka Berpolitik

Di negara yang berasaskan Pancasila yang menaungi semua ideologi yang ada, tentunya rakyat Indonesia merdeka berpolitik, karena negara kita adalah negara demokrasi. Kebebasan berpolitik tersebut sempat terjadi di masa awal kemerdekaan bangsa kita, sangat demokratis, dinamis, bertebaran cara pandang pemikiran politik dimana-mana, dengan berbagai konsep dan arah. Meski saat itu perut kelaparan dan rakyat dalam lilitan kemiskinan, tapi tak menghentikan laju pergerakan politik di tengah bangsa kita. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa para pemimpin bangsa saat itu mempunyai cara pandang yang terbuka untuk memberikan kesempatan pada konsep apapun dan pada siapapun untuk membawa arah bangsa. Syarekat Islam Salah satu konsep pergerakan yang hadir dan dibentuk di Indonesia adalah Syarekat Islam (SI). Ada banyak tokoh pemuda dalam SI, dan seiring berkembangnya kajian para penggerak dan pemikir di SI, maka terjadilah perbedaan-perbedaan pandangan. Seperti yang dipahami oleh para penggerak, per...

Kemerdekaan dalam Mencium Tangan Suami

Awalnya saya ingin membuat dengan judul "Membaca Ulang Makna Tunduk pada Suami melalui Sikap Cium Tangan, dari Feodalisme menjadi Bentuk Kemerdekaan Perempuan", atau judul "Membaca Feodalisme dan Kemerdekaan Perempuan pada Kebiasaan Mencium Tangan Suami", tapi tidak jadi 😁 Tapi mari kita coba baca bersama saja ya. Apakah para istri di Indonesia mempunyai tuntunan baku untuk mencium tangan suaminya? Sepertinya tidak ada. Yang ada nampaknya tuntutan dari segi agama mayoritas di negara ini. Begitulah nampaknya. Namun, apakah para istri pernah mendapatkan tuntunan jelas mencium tangan kepada suami dalam agamanya? Itu yang akan kita baca ulang. Apakah para istri di Indonesia diharuskan mencium tangan suaminya? Nampaknya itu sudah menjadi tuntutan wajib istri di negara ini. Karena jika ada istri yang tidak mencium tangan suami maka akan di pandang sebagai istri yang tidak hormat kepada suaminya. Mari kita membaca ulang. Kemungkinan Tuntunan Jika melihat pada Quran, ada s...

Merdeka Belajar

Merdeka belajar yang diutarakan mendiknas, merupakan hasil baca Nadiem Makarim pada bangsa ini yang diam ditempat, tak berani melompat menuju kemajuan. Menyuarakan hilangkan feodalisme pendidikan yang disampaikan oleh Rocky Gerung, merupakan buah pikir Rocky Gerung pada bangsa ini karena selama ini kita tidak bebas berfikir. Murid diam dikelas mendengarkan tanpa berani bicara sehingga pikiran kita mandek, IQ kita tidak terakumulasi. Dan itulah kenyataan pendidikan yang bangsa kita alami. IQ yang tidak terakumulasi, karena tidak digunakan untuk berfikir. Mandek. Tidak berani bebas berfikir karena terhambat semua feodalisme yang mengukung negeri. Penempatan penghormatan yang salah pada yang tua, pada yang lebih dulu belajar padahal belum tentu benar. Karena kebenaran tidak mutlak, untuk itulah kita perlu belajar. Karena belajar bukan hanya sekedar mendapat informasi lalu diam mendengarkan dengan melipat tangan. Feodalisme menjadikan jiwa kita tidak merdeka sehingga tidak berani bermimpi ...

Kartini dan Feodalisme

Hari itu, saya sangat gelisah. Pikiran saya terus bertarung sendiri antara banyaknya keraguan dan banyaknya keinginan untuk menembus sesuatu hal yang tidak pernah bisa ditembus di dalam negeri ini, feodalisme. Satu kata yang membuat kita mandek berfikir. Berhenti berfikir. Satu kata yang membuat kita berhenti maju. Berhenti mencoba untuk menjadi lebih baik. Feodalisme. Hari itu saya ragu untuk menunjukan pikiran saya kepada kenalan saya yang lebih tua, sangat jauh umurnya dengan saya, lebih senior, laki-laki pula, untuk menyampaikan bahwa menurut saya harusnya tidak seperti itu cara berfikirnya, menurut saya harusnya seperti ini cara berfikirnya, menurut saya harusnya jangan begitu cara penyelesaiannya, tapi saya ragu. Keinginan saya untuk menyampaikan cara pandang saya terhenti karena selubung feodalisme yang membuat saya khawatir saya disebut kurang ajar, tidak sopan, sok berfikir. Feodalisme menggerogoti semua keberanian saya. Lalu akhirnya saya terkungkung dalam feodalisme. Begitu ...

Perempuan Dulu dan Kini

Perempuan tua itu duduk bersandar di bangku terasnya yang juga tua. Ia mencoba meluruskan kakinya yang sudah tak lurus lagi. Nafasnya turun naik dengan berat, seberat beban hidupnya selama ini. Hidup yang penuh dengan keringat dan air mata. Hidup yang sepi dari tawa, hingga tawa tak lagi mampu singgah diwajahnya. Yang mencoba menyapa dengan tersenyum padanya pun tak kan menemukan senyuman balasan. Senyumnya telah hilang, tawanya sudah lenyap. Perempuan baya itu mencoba merenung, mengingat perjalanan hidupnya. Menikah muda lalu mendapati suami yang tidak menafkahinya. Bukan suami yang tidak punya uang yang ia rutuki, tapi suami yang tidak bertanggungjawab yang ia sesali. Tak ber-uang dengan tak bertanggungjawab adalah hal yang berbeda. Buktinya ia juga tak ber-uang, tapi ia bertanggungjawab dengan anak-anaknya. Anak-anak yang membuatnya mau dan mampu untuk terus bertahan dan berjuang menghidupi mereka dengan memberikan mereka sesuap nasi untuk bisa berdiri dan selembar kertas agar bisa ...

Mental Haimanah

Dari sekian banyak budaya dan aturan tertua dan terbesar di dunia, budaya Chinalah salah satu yang masih berdiri hingga kini. Budaya dan aturan adalah komponen untuk berkuasa, sayangnya kini China tidak berkuasa. Padahal pecinan dimana-mana, padahal barongsai menari dimana-mana. China pernah berkuasa ketika raja yang bertahta memiliki mental melindungi dan mengayomi, dan saat itu masyarakatnya juga memiliki mental mengayomi. Khilafah pernah bersentuhan dengan kekuasaan China. Dan saat itu yang membuat China tetap besar bersama dengan kebesaran Khilafah adalah sama-sama memiliki mental mengayomi dan melindungi, mental haimanah. Jepang sebelumnya pernah memulai dengan berusaha menguasai Asia dan menciptakan ikon hero pelindung dunia. Ikon hero Jepang mungkin terpatri dalam dada pemuda Asia, tetapi itu hanya sebatas hayalan. Tidak dengan negara pencitra ikonnya. Amerika dan Eropa juga berusaha menjadi  pengayom bagi masyarakat dunia, pengatur dunia, dan pelindung dunia. Mental mengayo...