Postingan

Berlapangdada

Sebelumnya, selama ini, saya selalu membatasi pikiran saya dalam menerima ilmu. Meski rajin melanglang jalan, menuntut ilmu dari satu kajian ke kajian lain, ilmu ternyata tak bertambah. Karena apa? Karena saya selalu menempatkan saringan dalam kepala saya. Ilmu ini harus disaring. Orang ini harus disaring. Tempat ini harus disaring. Buku ini harus disaring. Lingkungan ini harus disaring. Pertemanan ini harus disaring. Grup ini harus disaring. Semua harus disaring. Saya tidak habis fikir, kenapa ketika seorang teman pernah berkata, ketika kita akan keluar menghadapi orang, bacalah doa رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي  Kemana saja saya selama ini. Bukankah saya sudah lama mengetahui ilmu itu, kenapa tidak masuk ke kepala saya. Lalu saya tersadar, ternyata ketidaklapangan dada saya membuat saya membatasi pikiran saya dan menutup hati saya. Ketidaklapangan dada saya membuat saya menyaring segalanya. Dengan saringan yang tidak jelas bentuknya, ketakutankah, kesombongankah, atau mungkin juga ke...

Hari Pahlawan

 Hari Pahlawan atau Peristiwa 10 November 1945  bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri dalam satu hari. Dimulai dengan maklumat untuk mengibarkan bendera sang saka merah putih di seluruh wilayah tanah air Indonesia sejak tanggal 1 September1945. Dan pengibaran bendera merah putih biru di Hotel Yamato oleh sekelompok orang Belanda yang membuat pemuda Surabaya marah merupakan salah satu titik total tercatatnya hari pahlawan ini. Juga dengan terbunuhnya jenderal Mallaby di jembatan merah tanggal 30 Oktober 1945 yang membuat pihak Inggris marah. Yang menjadi hero pada peristiwa 10 November ini adalah para kyai dan ulama yang meneriakan jihad dan kalimat takbir untuk melawann pasukan Inggris, karena pada saat itu ulama lebih di dengar daripada pemerintah. Selamat hari pahlawan untuk para syuhada Surabaya dan Indonesia. Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2014. 

Mari Tetap Tinggi Berdiri dengan Agung

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; Pahlawan adalah pejuang yang gagah berani; Sedangkan kepahlawanan adalah perihal sifat  pahlawan, seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan  berkorban, dan kekesatriaan. Di Hari Pahlawan ini kita tentunya penuh rasa syukur, karena para pahlawan Indonesia terdahulu memiliki jiwa yang berani, rela berkorban, memiliki jiwa kekesatriaan, dan perkasa, sehingga kita bisa menikmati hari ini dengan sukacita. Di Hari Pahlawan ini kita tentunya penuh rasa syukur, karena pahlawanlah yang menjadikan kita hari ini bisa berdiri sama tinggi dengan oranglain. Dan kita seharusnya memang tidak menjadikan diri kita lebih rendah dari oranglain. Kita harusnya mampu meyakinkan diri bahwa kita memang bisa berdiri sama tinggi dengan oranglain. Di Hari Pahlawan ini kita tentunya penuh rasa syukur, karena para pahlawanlah yang menjadikan kita hari ini tak perlu merendahkan kepala di kaki para penjajah. Dan...

Kebebasan Pandangan Politik Perempuan

Selalu ada cerita tentang perempuan pada masanya. Entah itu yang tangguh, cerdas, ataupun beriman. Entah itu dalam bersosial ataupun dalam berpolitik. Ada Masyithah, tukang sisir keluarga Firaun yang beriman kepada Allah. Ia adalah contoh perempuan yang mempunyai keberanian luar biasa menghadapi penguasa. Masyithah adalah perempuan yang beriman dengan pilihan politik yang jelas, menolak kebatilan. Ada Fatimah binti Khattab adik Umar bin Khattab r.a. yang lebih dulu beriman kepada Allah dibanding kakaknya Umar singa padang pasir yang ditakuti musuh dan setan. Fatimah mengantarkan kakak laki-lakinya kepada keimanan kepada Allah. Fatimah adalah contoh perempuan yang memiliki nurani tinggi terhadap kebenaran. Dia tidak ragu mengambil kebenaran, dia berani mengambil kebenaran. Dan dia juga berani menyampaikan kebenaran terlebih kepada keluarga dekatnya, meskipun kedudukannya dipandang tidak lebih tinggi dari orang yang disampaikannya. Ada Aisyah ummahatul mu’minin. Perempuan cerdas yan...

Kolaborasi

Menjadi jembatan tidaklah mudah, di cibir sebelah di curigai seberang. Menjadi jembatan tidaklah mudah, terus mengokohkan diri meski menghadapi arus yang deras di bawah lalu menguatkan diri menanggung beban yang menginjak-injak. Menjadi jembatan tidaklah mudah, mungkin suatu saat kau akan dirobohkan meski mereka membutuhkan. Maka kuatlah untuk tegak berdiri demi semua. Menjadi jembatan tidaklah mudah, namun dapat menyatukan, memperkuat kebersamaan, menambah jalinan ikatan dengan banyak pihak, menjadi pemersatu semua pihak. Mari menjadi jembatan, mari bersatu. Dibuat dalam rangka kemerdekan Agustus 2021.

Merdeka Berpolitik

Di negara yang berasaskan Pancasila yang menaungi semua ideologi yang ada, tentunya rakyat Indonesia merdeka berpolitik, karena negara kita adalah negara demokrasi. Kebebasan berpolitik tersebut sempat terjadi di masa awal kemerdekaan bangsa kita, sangat demokratis, dinamis, bertebaran cara pandang pemikiran politik dimana-mana, dengan berbagai konsep dan arah. Meski saat itu perut kelaparan dan rakyat dalam lilitan kemiskinan, tapi tak menghentikan laju pergerakan politik di tengah bangsa kita. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa para pemimpin bangsa saat itu mempunyai cara pandang yang terbuka untuk memberikan kesempatan pada konsep apapun dan pada siapapun untuk membawa arah bangsa. Syarekat Islam Salah satu konsep pergerakan yang hadir dan dibentuk di Indonesia adalah Syarekat Islam (SI). Ada banyak tokoh pemuda dalam SI, dan seiring berkembangnya kajian para penggerak dan pemikir di SI, maka terjadilah perbedaan-perbedaan pandangan. Seperti yang dipahami oleh para penggerak, per...

Kemerdekaan dalam Mencium Tangan Suami

Awalnya saya ingin membuat dengan judul "Membaca Ulang Makna Tunduk pada Suami melalui Sikap Cium Tangan, dari Feodalisme menjadi Bentuk Kemerdekaan Perempuan", atau judul "Membaca Feodalisme dan Kemerdekaan Perempuan pada Kebiasaan Mencium Tangan Suami", tapi tidak jadi 😁 Tapi mari kita coba baca bersama saja ya. Apakah para istri di Indonesia mempunyai tuntunan baku untuk mencium tangan suaminya? Sepertinya tidak ada. Yang ada nampaknya tuntutan dari segi agama mayoritas di negara ini. Begitulah nampaknya. Namun, apakah para istri pernah mendapatkan tuntunan jelas mencium tangan kepada suami dalam agamanya? Itu yang akan kita baca ulang. Apakah para istri di Indonesia diharuskan mencium tangan suaminya? Nampaknya itu sudah menjadi tuntutan wajib istri di negara ini. Karena jika ada istri yang tidak mencium tangan suami maka akan di pandang sebagai istri yang tidak hormat kepada suaminya. Mari kita membaca ulang. Kemungkinan Tuntunan Jika melihat pada Quran, ada s...