Berlapangdada
Sebelumnya, selama ini, saya selalu membatasi pikiran saya dalam menerima ilmu. Meski rajin melanglang jalan, menuntut ilmu dari satu kajian ke kajian lain, ilmu ternyata tak bertambah. Karena apa? Karena saya selalu menempatkan saringan dalam kepala saya. Ilmu ini harus disaring. Orang ini harus disaring. Tempat ini harus disaring. Buku ini harus disaring. Lingkungan ini harus disaring. Pertemanan ini harus disaring. Grup ini harus disaring. Semua harus disaring. Saya tidak habis fikir, kenapa ketika seorang teman pernah berkata, ketika kita akan keluar menghadapi orang, bacalah doa رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي Kemana saja saya selama ini. Bukankah saya sudah lama mengetahui ilmu itu, kenapa tidak masuk ke kepala saya. Lalu saya tersadar, ternyata ketidaklapangan dada saya membuat saya membatasi pikiran saya dan menutup hati saya. Ketidaklapangan dada saya membuat saya menyaring segalanya. Dengan saringan yang tidak jelas bentuknya, ketakutankah, kesombongankah, atau mungkin juga ke...