Berlapangdada
Sebelumnya, selama ini, saya selalu membatasi pikiran saya dalam menerima ilmu.
Meski rajin melanglang jalan, menuntut ilmu dari satu kajian ke kajian lain, ilmu ternyata tak bertambah. Karena apa? Karena saya selalu menempatkan saringan dalam kepala saya.
Ilmu ini harus disaring.
Orang ini harus disaring.
Tempat ini harus disaring.
Buku ini harus disaring.
Lingkungan ini harus disaring.
Pertemanan ini harus disaring.
Grup ini harus disaring.
Semua harus disaring.
Saya tidak habis fikir, kenapa ketika seorang teman pernah berkata, ketika kita akan keluar menghadapi orang, bacalah doa
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
Kemana saja saya selama ini. Bukankah saya sudah lama mengetahui ilmu itu, kenapa tidak masuk ke kepala saya.
Lalu saya tersadar, ternyata ketidaklapangan dada saya membuat saya membatasi pikiran saya dan menutup hati saya.
Ketidaklapangan dada saya membuat saya menyaring segalanya. Dengan saringan yang tidak jelas bentuknya, ketakutankah, kesombongankah, atau mungkin juga kedengkiankah?
Untuk itu, marilah kita memohon agar Allah melapangkan dada kita, karena dengan berlapangdada siapapun yang kita hadapi, kita tak akan gentar, orang sesombong Firaun sekalipun.
Mohonlah agar Allah melapangkan dada kita, karena dengan berlapangdada kita akan berjalan sesuai dengan niat awal kita yang selalu kita gaungkan setiap hari, kita berjalan untuk mengharap ridho Allah.
Mohonlah agar Allah melapangkan dada kita, sehingga kita tidak menjadi orang yang hanya menyembah Allah ditepi, yang meningkat imannya hanya karena mendapatkan keuntungan dari Allah.
Mohonlah agar Allah melapangkan dada kita, agar kita tidak menjadi penyeru kepada selainNya.
Mohonlah agar Allah melapangkan dada kita, karena dengan berlapangdada kita tidak akan dengki dengan orang yang menertawakan kebodohan kita, kita akan menerima kenyataan kebodohan kita siapapun yang mengatakannya.
Mohonlah agar Allah melapangkan dada kita, agar kita dapat menerima kebenaran dengan hati dan pikiran terbuka karena jika hati kita lapang, pikiran kitapun lapang, dan kebenaran agar mudah terlihat oleh mata kita.
Mohonlah agar Allah melapangkan dada kita sehingga kita semakin yakin apa yang harus kita lakukan saat ini juga.
Komentar
Posting Komentar