Ilmu dan Kebenaran
Mencoba terus memahami, entah apa yang bisa dibanggakan ketika ada yang menggaungkan ilmu dan kata kebenaran.
Saya jadi teringat seorang guru pernah berkata bahwa cara dia mengaji sebagai seorang ikhwan adalah dengan mabit di rumah ustaz lalu mencatat dengan jelas semua yang disampaikan dan dilakukan ustaz, bahkan dehem ustaz di catat.
Tanpa ragu dan tanpa bumbu.
Besoknya lalu disampaikan ke murid dibawahnya, persis seperti yang disampaikan ustaznya.
Begitulah mengaji, kata guru saya.
Saya terkesima dengan kehati-hatian menjaga penyampaian ilmu tersebut.
Menyampaikan ilmu nyatanya tidak semudah ucapan hanya tinggal sampaikan.
Perlu penjagaan.
Perlu orang yang memang penjaga.
Ingatan saya terlintas perihal cucu Rosulullah.
Hasan putra Fatimah yang terbunuh.
Siapa yang membunuhnya, tidak ada yang tahu.
Masih tekateki hingga hari ini.
Nyatanya kebenaran tak selalu terungkap.
Ilmu dan kebenaran adalah hal yang nyatanya tidak pernah mutlak.
Komentar
Posting Komentar