Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Menjaga Perasaan

Kata bang Fahri Hamzah, setelah beliau berdiskusi dengan Sultan Hamengkubuwono, bang Fahri Hamzah berfikir bahwa ada hal rumit di tengah kita yang sering dalam sejarah itu tiba-tiba muncul dan meledak tak terkendali, yaitu perasaan rakyat yang perlu kita jaga. Menurut bang Fahri Hamzah, harus ada penengah dalam kenikmatan berasionalitas yang kadang-kadang tidak menimbang perasaan itu, bahwa perasaan adalah bagian dari Republik kita, karena (republik ini) dilahirkan sebagiannya adalah rasionalitas dan sebagiannya adalah perasaan, untuk kemudian bersatu... Oleh sebab itu untuk menjaga perasaan rakyat, mungkin kita bisa mulai dari sejarah diri kita sendiri dulu dengan menjaga perasaan orang yang ada disekitar kita...

"Kurang Lebih" dan Politik

Belum lama ini ada percakapan antara Bianco dan bapaknya; Bianco: Bi, aku mau beli buku kurleb.. Abi: buku apaan tuh? Bianco: Disuruh sama guru matematika, buku kurang lebih, Bi! Abi: astaga, istilah jaman dulu bgt kamu hehe Lalu dibelilah buku itu oleh bapaknya Bianco. Beberapa waktu kemudian Bianco minta dibelikan buku lagi: Bianco: Bi, aku mau beli buku.. Abi: buku apa? Bianco: The power 48 laws. Abi: Disuruh sekolah? Bianco: ga, aku pengen sendiri... Abi: (antusias) buku tentang apa? Bianco: tentang politik.. Abi: (langsung meredup) ga mau ah! Bunda: bahasa Inggris y, Nak? Bianco: Iya, Bunda. Bunda: wih (langsung menengok ke Abinya)... Abi: Kalau kamu mau beli buku kurleb (dibaca matematika) baru aku beliin!! Secara ya bapaknya orang sains senanglah dia membelikan buku matematika untuk anaknya. Lalu saya sempat mengecek buku the power tersebut, ternyata perlu arahan membacanya, saya yang merasa sudah memasuki dunia politik saja, anggap lah begitu ya, dan sudah mengalami beberapa ha...

Nyaman

Belum lama ini ada yang lewat di short saya yang berisi obrolan artis, salah satu artis bercerita bahwa dia sebelumnya pernah diterima di sekolah favorit namun tidak diambilnya, karena dia berfikir siapa yang nanti akan mengantarnya ke sekolah favorit yang posisinya jauh dari rumahnya tersebut. Di short yang sama dia juga bercerita bahwa dia dan ibunya pernah menyurvei rumah di daerah kota mandiri. Mereka sepakat rumah tersebut bagus, tapi tidak jadi mereka ambil karena ibunya berfikir kalau mereka tinggal di rumah tersebut siapa nanti yang akan dimintakan tolong untuk membawakan galon ke dapur yang ada di ujung rumah besar itu, tetangga saja jarang kelihatan. Artis itu ingin menyampaikan bahwa sebuah kenyamanan adalah pilihan. Dan pilihan kenyamanan itu berbeda setiap orangnya. Ada yang berfikir kemewahan dan individualis adalah kenyamanan tapi ada yang berfikir kenyamanannya adalah kesederhanaan. Kalau secara filosofis, Rocky Gerung menyebutnya liberalisme. Kalau bahasa kita demokras...