Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Kolaborasi

Menjadi jembatan tidaklah mudah, di cibir sebelah di curigai seberang. Menjadi jembatan tidaklah mudah, terus mengokohkan diri meski menghadapi arus yang deras di bawah lalu menguatkan diri menanggung beban yang menginjak-injak. Menjadi jembatan tidaklah mudah, mungkin suatu saat kau akan dirobohkan meski mereka membutuhkan. Maka kuatlah untuk tegak berdiri demi semua. Menjadi jembatan tidaklah mudah, namun dapat menyatukan, memperkuat kebersamaan, menambah jalinan ikatan dengan banyak pihak, menjadi pemersatu semua pihak. Mari menjadi jembatan, mari bersatu. Dibuat dalam rangka kemerdekan Agustus 2021.

Merdeka Berpolitik

Di negara yang berasaskan Pancasila yang menaungi semua ideologi yang ada, tentunya rakyat Indonesia merdeka berpolitik, karena negara kita adalah negara demokrasi. Kebebasan berpolitik tersebut sempat terjadi di masa awal kemerdekaan bangsa kita, sangat demokratis, dinamis, bertebaran cara pandang pemikiran politik dimana-mana, dengan berbagai konsep dan arah. Meski saat itu perut kelaparan dan rakyat dalam lilitan kemiskinan, tapi tak menghentikan laju pergerakan politik di tengah bangsa kita. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa para pemimpin bangsa saat itu mempunyai cara pandang yang terbuka untuk memberikan kesempatan pada konsep apapun dan pada siapapun untuk membawa arah bangsa. Syarekat Islam Salah satu konsep pergerakan yang hadir dan dibentuk di Indonesia adalah Syarekat Islam (SI). Ada banyak tokoh pemuda dalam SI, dan seiring berkembangnya kajian para penggerak dan pemikir di SI, maka terjadilah perbedaan-perbedaan pandangan. Seperti yang dipahami oleh para penggerak, per...

Kemerdekaan dalam Mencium Tangan Suami

Awalnya saya ingin membuat dengan judul "Membaca Ulang Makna Tunduk pada Suami melalui Sikap Cium Tangan, dari Feodalisme menjadi Bentuk Kemerdekaan Perempuan", atau judul "Membaca Feodalisme dan Kemerdekaan Perempuan pada Kebiasaan Mencium Tangan Suami", tapi tidak jadi 😁 Tapi mari kita coba baca bersama saja ya. Apakah para istri di Indonesia mempunyai tuntunan baku untuk mencium tangan suaminya? Sepertinya tidak ada. Yang ada nampaknya tuntutan dari segi agama mayoritas di negara ini. Begitulah nampaknya. Namun, apakah para istri pernah mendapatkan tuntunan jelas mencium tangan kepada suami dalam agamanya? Itu yang akan kita baca ulang. Apakah para istri di Indonesia diharuskan mencium tangan suaminya? Nampaknya itu sudah menjadi tuntutan wajib istri di negara ini. Karena jika ada istri yang tidak mencium tangan suami maka akan di pandang sebagai istri yang tidak hormat kepada suaminya. Mari kita membaca ulang. Kemungkinan Tuntunan Jika melihat pada Quran, ada s...